Langsung ke konten utama

Cerita Cinta

Aku tahu perasaan itu, aku tahu bagaimana indahnya rasa itu, dan aku pun tahu betapa sakitnya saat cinta suci itu tak terbalas. Bukan sekali dua kali, namun sering dalam perjalanan hidupku. Aku tahu bagaimana berharap, yakin, dan tetap menunggu. Aku tahu arti pengorbanan, ketulusan, dan kesetiaan. Karena itulah aku, aku yang pernah merasakan berkali-kali. Hingga................
Entah sebuah kebodohan atau tidak, atau nasib. Aku selalu terjatuh, jatuh di lubang yang berbeda namun berukuran sama..
Jadi aku tahu akan itu semua, akan sebuah makna, akan sebuah perjalanan, manis dan pahitnya, bahkan tak jarang rasa asam ikut hadir dalam sebuah asa. Dan jika semua yang aku rasakan itu pun dirasakan pula oleh seseorang kepadaku, sungguh aku tak ingin ia merasakan apa yang pernah dialamu oleh diri ini. Aku tak ingin orang itu terjatuh di tempat dimana aku terjatuh. Aku akan dengan sangat menjaga hatinya, walaupun sulit. Karena, hati lebih tahu benar. Bila tergores tetap saja terasa perihnya. Namun aku berusaha untuk tidak menyakitinya. Meski.....
Aku sadar, hati ini belum dapat membalasnya.
Aku hanya megikuti kata hati. Walaupun maknanya masih tersamarkan. Karena aku hanyalah jasad yang mendampingi jiwa. Keduanya begitu melekat. Aku bukan apa-apa tanpa jiwa, tanpa hati. Kadang apa maunya hati sulit dikaji, sulit dianalisis, dan hanya Tuhan yang mampu membolak-balikannya. Atas izinNya pula hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dengan mudahnya, dengan petunjuk jalan yang diberikan. Sebagai jasad yang hanya melengkapi jiwa, serahkanlahras itu beserta takdirnya kepada yang memberi, kepada yang lebih memahami, yaitu Tuhan dengan segala anugerah dan kuasaNya. Sesungguhnya manusia hanya mampu berencana, tetapi hanya Tuhan lah yang menentukan dan memberikan hasilnya.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Hampa Karya Chairil Anwar

HAMPA Chairil Anwar Kepada Sri Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memangut, Tak satu kuasa melepas-renggut Segala menanti. Menanti. Menanti. Sepi. Tambah ini menanti jadi mencekik Memberat-mencekung pundak Sampai binasa segala. Belum apa-apa Udara bertuba. Setan bertempik Ini sepi terus ada. Dan menanti.     Tema puisi ini yaitu penggambaran rasa kesepian dan penantian Chairil Anwar terhadap wanita yang ia cintai. Puisi ini terdiri dari 12 larik.     Kepada Sri     Chairil Anwar mengawali puisinya dengan larik Kepada Sri, yang artinya puisi tersebut ia tunjukkan (ia berbicara) kepada Sri, wanita yang ia cintai.     Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Larik tersebut menunjukkan ungkapan rasa sepi Chairil Anwar atas penantiaannya terhadap wanita yang ia cintai , hingga rasa sepi itu sangat menyiksa batinnya.     Lurus kaku pohonan. Tak berg...

Kajian Struktural Drama Malam Pengantin di Bukit Kera Karya Motinggo Busye

 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb., Segala puji bagi Allah SWT Yang Maha menggenggam alam semesta, Dzat Yang Maha Sempurna yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan anugerah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktunya. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw. Tak lupa kepada para keluarga, sahabat, dan kita selaku umatnya. Makalah yang dibuat dengan judul Kajian Struktural Drama Malam Pengantin di Bukit Kera Karya Motinggo Busye ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Sastra Indonesia. Makalah ini berisikan materi yang mengkaji sebuah karya drama Malam Pengantin di Bukit Kera dengan teori struktural. Penyusun menyadari bahwa tersusunnya makalah ini atas bantuan dari berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung, izinkanlah penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terkait dalam penyusunan makalah ini. Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan penyusunan makalah ini. Penyusun m...

Review Asmaradana

Kajian “Asmaradana” dalam Sastra Bandingan Oleh: Puji Santosa Puji Santosa mengawali kajiannya dengan pengantar kajian terlebih dahulu. Dalam pengantarnya ia memaparkan tentang studi sastra bandingan yang harus dibudayakan. Ia mengartikan bahwasannya studi sastra bandingan “Kesusastraan Asia Tenggara” dapat diangkat menjadi mata kuliah wajib bagi perguruan tinggi yang membuka program studi kesusastraan di seluruh wilayah Asia Tenggara. Untuk mewujudkan gagasannya tersebut, kajian sastra bandingan yang akan Puji Santosa bicarakan adalah studi kasus terhadap “Asmaradana”, yakni matra puisi Jawa klasik dan pengaruhnya terhadap karya sastra Indonesia modern. Asmaradana ini merupakan bentuk karya sastra Jawa Klasik yang diresepsi secara produktif oleh tiga sastrawan Indonesia modern, yaitu Danarto, Goenawan Mohamad, dan Subagio Sastrowardoyo. Selanjutnya, Puji santosa menjelaskan kerangka teori dalam kajian sastra bandingannya, yang di dalamnya terdapat pemaparan tentang perkemb...